Kafelelaki’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Panduan Menonton TV

Apakah Anda Korban Televisi?
Selasa, 22 April 2008 | 12:10 WIB

MENONTON televisi mungkin sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Bahkan di antaranya ada yang tidak bisa melepaskan diri dari kebiasaan menonton kotak bergambar ini dan telah menganggapnya sebagai aktivitas wajib seperti makan atau bernafas.

Bila Anda setiap hari menghabiskan sedikit waktu saja untuk duduk di depan televisi mungkin tidaklah menjadi masalah. Akan tetapi, bila televisi sudah menyita sebagia besar waktu hidup Anda itulah yang akan mendatangkan petaka.

Menurut para ahli, kebanyakan menonton tv akan membuat Anda merasa tua dan loyo sebelum waktunya. Dengan hanya duduk pasif dan hampir tidak menggunakan otot, lama-lama Anda akan merasa kaku, letih, malas berfikir.

Dalam jangka panjang, ini dapat menurunkan kemampuan berpikir dan melakukan aktivitas fisik. Alhasil, otot menjadi kendur dan otak macet. Sebuah riset di AS pun menyebutkan bahwa kebiasaan menonton TV rata-rata 4 jam sehari dapat meningkatkan risiko mengalami kegemukan.

Tetapi siapa yang punya waktu sebanyak itu untuk nongkrong di depan TV? Jawabannya banyak. Sebuah survei di AS yang dilakukan Nielson Media Research misalnya pernah menyebutkan pria di Negeri Paman Sam itu rata-rata menonton TV lebih dari 3,5 jam sehari.

Nah apakah Anda termasuk orang yang sudah menjadi korban televisi? Berikut ini adalah kuisioner sederhana untuk mengungkap apakah Anda sudah mengidap kecanduan atau berpotensi mengalami masalah dengan kebiasaan kotak bergambar tersebut. Untuk menggunakan kuisioner ini, tandai tiap pertanyaan yang Anda jawab dengan ya.

1. Apakah Anda menonton televisi lebih dari dua jam sehari? Apakah Anda menolak bicara dengan orang lain ketika sedang menonton televisi?

2. Apakah Anda merasa tidak senang atau kesal ketika Anda harus mematikan televisi dan mengerjakan sesuatu yang lain?

3. Apakah Anda kadang-kadang merasa letih luar biasa selama seharian?

4. Apakah Anda sering makan cemilan atau makanan Iced yang tidak sehat sambil duduk menonton televisi?

5. Apakah Anda sering mengalami insomnia dan menggunakan televisi sebagai cara untuk mengisi waktu selama sulit tidur itu?

6. Pada suatu hari yang menyenangkan, apakah Anda lebih suka tinggal di rumah, menonton televisi, daripada pergi ke suatu tempat di luar?

7. Sulitkah bagi Anda untuk berbagi atau mengungkapkan perasaan dan pengalaman dengan orang lain?

8. Apakah Anda terlibat aktif dalam sekurangnya dua hobi, klub, atau kegiatan olahraga sekurangnya empat jam per minggu?

9. Apakah Anda sering menyalakan televisi dan menjelajah semua stasiun tanpa gambaran tentangacara tertentuyang inginAnda tonton?

Cara menilai hasil kuis:
Untuk setiap pertanyaan bernomor ganjil yang Anda jawab dengan ya, beri nilai dua poin. Faktor-faktor ini ditentukan oleh para ahli sebagai indikator untuk kebanyakan menonton televisi.

Untuk setiap pertanyaan bernomor genap yang Anda jawab dengan ya, beri nilai satu poin. Faktor-faktor ini, sehubungan dengan kebiasaan menonton yang buruk, menandakan potensi untuk bermasalah.

Jumlahkan skor Anda kemudian gunakan skala berikut untuk mengetahui posisi Anda.

3 atau kurang. Tidak ada masalah.
4 hingga 6. Berpotensi untuk menjadi masalah.
7 hingga 9. Ya, tampaknya Anda terlalu banyak menonton televisi.
10 atau lebih. Celaka! Otak Anda mungkin sudah kena setrum.

April 25, 2008 Ditulis oleh kafelelaki | Keluarga | | No Comments Yet

Sepuluh Kiat Perkawinan Awet

Sepuluh Kiat Perkawinan Awet
Kebahagaian mewarnai awal-awal pernikahan

Artikel Terkait:
Rabu, 23 April 2008 | 10:35 WIB

ADA waktu untuk berkorban, ada pula waktu untuk dinikmati sendiri.

Henry A. Ozirney dalam bukunya Knot Happy: How Your Marriage Can Be (Tate Publishing & Enterprises; New York; 2007) mengatakan, perkawinan merupakan wujud menyatunya dua individu ke dalam satu tujuan yang sama, yakni kebahagiaan yang langgeng bersama pasangan hidup. Namun, rasa cinta saja tak cukup karena akan ada banyak tantangan dan persoalan yang muncul mengusik kehidupan berumah tangga. Nah, saat gangguan itu muncul, ingat-ingatlah 10 tip Ozirney di bawah ini.

1. Bersiaplah untuk berkorban.

Setiap individu yang mengikatkan diri dalam perkawinan mau tak mau harus siap berkorban bagi pasangannya. Kadang dalam masalah kecil saja, dituntut pengorbanan yang besar. Contohnya, Anda baru sampai di pintu rumah dan merasa capek, tapi suami ternyata mengeluh badannya meriang dan minta dikerokin. Tentu niat semula hendak langsung beristirahat harus langsung dikesampingkan. Pengorbanan ini Anda dahulukan karena perhatian pada suami Anda anggap jauh lebih penting daripada rasa capek. Tentu saja pengorbanan semacam ini harus datang dari kedua belah pihak. Bila salah satu bersikap egois, tentu saja dapat menjadi pemicu munculnya perasaan kesal dan diperlakukan tak adil.

2. Tetap punya waktu untuk diri sendiri.

Sangatlah menyenangkan bila Anda memiliki kegiatan atau hobi yang dapat dilakukan bersama. Tapi jangan lupa, Anda juga perlu melakukan sesuatu atau berkegiatan sendiri tanpa didampingi pasangan. Punya waktu sendiri memberi kesempatan Anda untuk berpisah sementara dengan pasangan. Di saat ini, Anda dapat dengan jernih merefleksikan kembali kehidupan cinta Anda berdua. Kemudian melakukan koreksi diri tentang hal-hal yang perlu Anda lakukan untuk meningkatkan kebahagiaan perkawinan dan menghindari kebosanan karena berduaan terus. Disamping itu, sendirian sejenak dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi seberapa jauh Anda kangen pada pasangan.

3. Memelihara keintiman dan romantisme.

Suami-istri yang sudah cukup lama berumah tangga kadang kurang peduli terhadap hal yang satu ini. Tak ada lagi kata-kata pujian, makan malam bersama, bahkan perhatian pun kerap jadi barang mahal. Padahal kunci hubungan yang sukses adalah melakukan hal-hal kecil yang berharga bagi pasangan. Melalui gerak tubuh, kata-kata penuh cinta dan perhatian kecil, rasa cinta dapat tetap terpelihara. Justru ungkapan emosi yang positif terhadap pasangan menjadi “tabungan” bagi hubungan emosi mereka. Jika “rekening” masing-masing sama besarnya, dijamin hubungan akan tetap berlangsung manis di masa datang. Entah sekadar memberi sekuntum bunga, mencium pipi, menggandeng tangan, saling memuji, atau berjalan-jalan menyusuri tempat-tempat romantis, akan kembali memercikkan rasa cinta kepada pasangan hidup.

4. Pandai mengatur keuangan keluarga.

Hampir sebagian besar waktu dalam keluarga dewasa ini, khususnya pasangan suami-istri muda perkotaan, adalah untuk mencari nafkah. Artinya, faktor ekonomi tak bisa dianggap remeh. Bayangkan, apa yang bakal terjadi seandainya rumah tangga tak ditopang oleh kondisi finansial yang memadai. Mengatur ekonomi keluarga secara benar juga akan memberi rasa aman dan bahagia.

5. Berbagi tugas rumah-tangga dan pengasuhan anak.

Kedua hal ini memberi kesempatan kepada pasangan untuk bekerja sebagai tim yang solid. Kegiatan membereskan rumah dan mengasuh anak dapat menjadi sarana mempererat tali perkawinan.

6. Komunikasi jujur dan terbuka.

Komunikasi merupakan salah satu pilar langgengnya hubungan suami-istri. Banyak suami-istri berkurang intensitas komunikasinya karena terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Padahal bagaimana komunikasi bisa terjalin mulus bila pasangan sudah tak saling menyapa. Jadi, cobalah untuk senantiasa menjaga komunikasi dengan pasangan. Luangkan waktu untuk duduk dan ngobrol bersama, sekalipun hanya 5 menit setiap hari. Sempatkan untuk meneleponnya atau mengirim SMS romantis. Sapaan “selamat pagi” atau “selamat malam” di tempat tidur juga dapat dijadikan ajang berkomunikasi. Intinya, ciptakan komunikasi sehingga masing-masing pribadi merasa dibutuhkan.

7. Jangan memendam masalah.

Sebenarnya ini merupakan bagian dari komunikasi. Namun pada intinya, seperti apa pun perasaan Anda dan pasangan, hendaknya selalu dikomunikasikan. Terutama rasa tidak suka atau yang menyinggung perasaan. Bila Anda malu atau sungkan karena khawatir mendatangkan masalah, sebenarnya Anda justru sedang menyimpan bom yang siap meledak sewaktu-waktu. Rasa marah yang terpendam juga membuat Anda berusaha menghindari satu sama lain tanpa sebab yang pasti. Jadi, serba enggak enak, kan? Makanya akan lebih baik bila setiap kali muncul perasaan marah atau kesal hendaknya dikemukakan saja agar tidak timbul kesalahpahaman yang berlarut-larut. Namun kemukakan kekesalan Anda secara santun dan objektif. Artinya, bila Anda kesal/marah, tunjukkan bahwa Anda hanya ingin dia mengoreksi kelakuannya dan sama sekali bukannya membenci dia sebagai pribadi.

8. Sadarilah Anda berdua adalah pribadi yang berbeda.

Ini bukan hanya dalam waktu singkat lo, tapi berlangsung untuk selamanya. Jadi wajar bila ikatan perkawinan akan selalu diwarnai perselisihan akibat perbedaan. Bukan saja perbedaan pendapat, tapi juga ketidaksetujuan akibat perbedaan-perbedaan yang lain. Pasangan yang gagal dalam perkawinan umumnya menaruh harapan terlalu tinggi bahwa pasangannya akan berubah sesuai keinginan dirinya. Sementara pasangan yang perkawinannya awet umumnya lantaran menyikapi perbedaan demi perbedaan dengan bijak. Perbedaan seyogianya tak harus menghancurkan perkawinan, melainkan justru memperkaya wawasan masing-masing sambil mencari solusi terbaik dengan selalu memprioritaskan kebahagiaan perkawinan.

9. Bersikap spontan.

Kebiasaan positif ini dapat diterapkan kapan saja. Misalnya, ingin menciptakan suasana romantis, mengatur jadwal makan malam di luar, bercinta, saling memuji, memerhatikan dan lain-lain yang sifatnya kejutan. Spontanitas ini bermanfaat untuk menghindari kebosanan dalam perkawinan. Lagi pula siapa sih yang tak suka mendapat kejutan menyenangkan? Yang penting, kejutan tersebut haruslah tulus dan penuh rasa cinta.

10. Selalu mengingat hal-hal terbaik dalam diri pasangan.

Apa saja hal-hal terbaik dalam diri pasangan yang membuat Anda mengambil keputusan untuk menikah dengannya? Selalu mengingat hal-hal terbaik yang dimiliki pasangan akan selalu menuntun Anda pada sejumlah kenangan manis yang tiada habisnya. Selain akan membuatnya merasa berharga di mata Anda. Ingat, hidup perkawinan tak luput dari dinamika hidup. Segalanya bisa saja berubah. Namun alasan mengapa Anda dulu begitu mencintainya akan selalu terpatri dalam lubuk hatinya. Begitu juga sebaliknya, sehingga kedua belah pihak akan selalu bertekad untuk menjaga hal-hal berharga tadi dan mempertahankan perkawinan.

Untuk menerapkan 10 tip tadi memang tak selalu mudah, tapi percayalah kunci-kunci ini yang dapat menyelamatkan perkawinan.

Penulis : Santi Hartono

April 23, 2008 Ditulis oleh kafelelaki | Belanja, Bisnis en Keuangan, Keluarga, Kesehatan, Spiritual, after play | | No Comments Yet